Temaram
Dalam temaram aku diam
Menelusuri kata demi kata tertata rapi dalam gawai
Sinar itu hanya dari sana
Membantu sudut mata menjelajah separuh dunia
Diam dalam kesunyian hati
Tatkala senandung sendu menusuk kalbu
Tiba-tiba saja aku terenyuh perih
Rasa hati seperti teriris
Kenangan kembali ke masa lalu
Kisah indah ceria penuh kasih dan gelak tawa
Namun kembali lenyap diketuk realita
Membuat luka terbuka lebar
Rasa itu semakin perih
Kidung itu kembali menyayat hati
Tanpa sadar bulir air mata mengalir pelan
Ingin rasanya aku kembali
Walau aku tahu itu tak mungkin
Temaram tetap menemani
Aku semakin larut dan tenggelam
Sepi tak bersuara
Hening tak mau beranjak
Temaram dalam kelam
Semakin menyayat hati
Jakarta
#2


Comments
Post a Comment