Ketika Guru Piket Menyapa
Hai.. Sedang apa kalian?
Berpasang-pasang mata menatap seketika
Teralihkan dari lembaran soal matematika
Ada senyum, ada tawa, ada juga suntuk dan lelah mengemuka
Ternyata bukan hanya karena ada tugas belaka
Hai... Sedang apa kalian?
Ada dawai berdenting indah
Nyanyian, canda dan senyum sumringah
Riuh rendah suara terasa pecah
Tampak wajah-wajah ceria… bahagia merekah
Hai... Sedang apa kalian?
Terlihat seorang diri antarkan ulasan dengan pantas
Laksana pewara cakap di depan kelas
Peserta sampaikan kesan dan usul dengan antusias
Mengenal pandangan hidup terlaksana jelas
Penerus bangsa hebat dan cerdas
Hai... Sedang apa kalian?
Tak heran jika ada yang usil
di sini
yang satu mengadu, yang lain
membela diri
Ada yang berbantah kesal,
yang lain malah tertawa geli
Masanya selalu bercanda, tapi jangan dimasukkan ke dalam hati
Hai... Sedang apa kalian?
Salamnya dari jauh saja ya… seperti ini..
Katanya kita tak boleh berdekatan lagi
Apakah memang virus itu ada di sini?
Kita tetap harus waspada dan saling menjaga diri
Hai... Sedang apa kalian?
Pintu kelas itu rapat
terkunci
Sudah setahun berlalu kini
Musimpun telah silih
berganti
Kelas sepi tak berpenghuni
Kalian pun lama tak di sini
lagi
Hai... Sedang apa kalian?
Sapaan jauh memanggil gundah
Belajar masih harus dari
rumah
Tinggal kenangan tersisa di
sekolah
Semoga kalian senantiasa
sehat dalam berkah
Jakarta, Juni 2021
puiasi yang kren banget
ReplyDeleteajarin dong bikin puisi
ReplyDeleteMasih belajar jg nih pak.. hehe
DeleteMantap Bu, 😊😊
ReplyDelete😇
DeleteLuar biasa bu, saya ingin belajar dong bu
ReplyDeleteAyo bu... kita sama2 belajar
Deletekekinian...bingit
ReplyDelete